Buku Jalan Berlumpur, Sungai Beriam

OSA Membangun Ketapang

Bagaimana Gereja hadir di wilayah yang hanya dapat dijangkau melalui jalan berlumpur dan sungai berarus deras? Jawabannya dapat ditemukan dalam buku Jalan Berlumpur, Sungai Beriam: OSA Membangun Ketapang, karya Mathias Hariyadi dan Royani Ping.

Buku ini mendokumentasikan perjalanan pelayanan para Suster Ordo Santo Agustinus (OSA) di Keuskupan Ketapang, Kalimantan Barat, sepanjang tahun 1949–2003. Berlandaskan penelitian arsip, dokumen sejarah, dan wawancara dengan para pelaku sejarah, buku ini merekam kiprah para misionaris yang mengabdikan hidup mereka di daerah-daerah terpencil dengan segala keterbatasannya.

Melalui kisah-kisah perjalanan menyusuri sungai, menembus jalan berlumpur, serta mendampingi masyarakat Dayak di pedalaman, pembaca diajak melihat bagaimana karya pendidikan, kesehatan, dan pelayanan pastoral dibangun dengan semangat pengabdian yang luar biasa. Jejak pelayanan tersebut menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan Gereja Katolik di Ketapang dan masih dirasakan manfaatnya hingga kini.

Lebih dari sekadar buku sejarah, Jalan Berlumpur, Sungai Beriam merupakan kesaksian tentang ketekunan, keberanian, dan kasih yang diwujudkan melalui pelayanan tanpa pamrih. Buku ini menjadi pengingat bahwa perubahan besar sering kali dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan dengan kesetiaan.

Sebagai lembaga yang juga berkomitmen pada pendidikan dan pengembangan manusia, Yayasan Karsa Cipta Asa (YKCA) memandang buku ini sebagai sumber inspirasi tentang nilai-nilai pelayanan, solidaritas, dan dedikasi dalam membangun masyarakat, terutama bagi mereka yang hidup di wilayah-wilayah yang masih menghadapi berbagai keterbatasan.