
Mengapa seseorang rela meninggalkan karier yang mapan, gaji tinggi, dan masa depan yang menjanjikan untuk memilih hidup dalam kaul kemiskinan, kemurnian, dan ketaatan?
Pertanyaan itulah yang dijawab James Martin, S.J. melalui kisah hidupnya dalam In Good Company: Rahasia Menjadi Yesuit – Tanggalkan Jas Berdasi demi Jubah.
Lulusan Wharton School yang sempat meniti karier cemerlang di General Electric ini mengisahkan perjalanan batinnya ketika menyadari bahwa kesuksesan profesional ternyata belum mampu memberikan kepenuhan hidup. Di tengah dunia korporasi yang kompetitif, ia mulai mendengar panggilan yang mengarah pada jalan hidup yang sama sekali berbeda: menjadi seorang Yesuit.
Dengan gaya bertutur yang hangat, jujur, dan sesekali jenaka, James Martin mengajak pembaca mengikuti proses panjang pembentukan seorang Yesuit—mulai dari masa novisiat, latihan rohani, hidup dalam komunitas, pelayanan kepada mereka yang miskin dan tersingkir, hingga pengikraran kaul religius. Ia membuka tabir kehidupan Serikat Yesus dari dalam, memperlihatkan bahwa menjadi Yesuit bukanlah tentang meninggalkan dunia, melainkan belajar menemukan Allah di tengah dunia dan melayani sesama dengan hati yang bebas.
Lebih dari sekadar autobiografi, buku ini merupakan refleksi tentang pencarian makna hidup, keberanian mengambil keputusan besar, serta bagaimana Tuhan bekerja melalui pengalaman sehari-hari. Kisah James Martin menunjukkan bahwa panggilan hidup bukan hanya milik mereka yang ingin menjadi imam atau biarawan, tetapi juga setiap orang yang sedang mencari arah, tujuan, dan kebahagiaan sejati.
Buku ini menawarkan inspirasi bagi siapa pun yang ingin mengenal spiritualitas Ignasian, memahami kehidupan para Yesuit dari dekat, serta menemukan bahwa kesuksesan sejati tidak selalu diukur dari jabatan atau materi, melainkan dari kesediaan untuk menjawab panggilan Tuhan dengan penuh iman dan sukacita.